Pemasangan Mur Las Proyeksi Hex terutama dilakukan melalui pengelasan titik resistansi. Berikut panduan instalasinya.
【1】 Persiapan Pengelasan
(1)Persiapan Benda Kerja
Persyaratan Bahan: Bahan dasar harus berupa logam yang dapat dilas (seperti baja karbon rendah, baja galvanis, baja tahan karat, dll.), dengan ketebalan biasanya berkisar antara 0,5 mm hingga 5,0 mm.
②Membersihkan permukaan: Sebelum pengelasan, semua kontaminan seperti minyak, karat, cat, dan lapisan galvanis di area pengelasan bahan dasar harus dihilangkan.
③Pemrosesan lokasi lubang: Untuk mur berpilin (dengan pin pemandu), lokasi lubang harus dibor terlebih dahulu pada bahan dasar.
(2)Peralatan las
①Sumber daya pengelasan: Disarankan untuk menggunakan mesin las arus searah inverter frekuensi menengah.
②Kapasitas mesin las: Mesin las harus memiliki kapasitas daya yang cukup untuk memastikan bahwa parameter pengelasan berada dalam kisaran pengoperasian normal.
【2】Pengaturan parameter pengelasan
(1)Tekanan elektroda
Mur las baja rendah karbon kecil: 300 - 1.000 psi (kira-kira 2,1 - 6,9 MPa)
Mur las besar: 1.000 - 2.000 psi (kira-kira 6,9 - 13,8 MPa)
Mur las baja tahan karat: 1.500 ~ 5.000 psi (kira-kira 10,3 ~ 34,5 MPa)
(2) Arus Pengelasan
Arus pengelasan harus ditentukan melalui pengelasan percobaan berdasarkan spesifikasi Mur Las Proyeksi Hex, ketebalan bahan dasar, dan bahan. Jika arusnya terlalu rendah, maka akan mengakibatkan pengelasan tidak lengkap; jika terlalu tinggi, dapat menyebabkan percikan atau pengelasan tembus.
(3)Waktu Pengelasan
Biasanya diukur dalam siklus. 1 siklus = 1/50 detik = 0,02 detik (untuk catu daya 50 Hz).
| Senin | M4 | M5 | M6 | M8 | M10 | M12 |
| P | 0.7 | 0.8 | 1 | 1|1.25 | 1.25|1.5 | 1.25|1.75 |
| s maks | 11 | 11 | 13 | 15 | 17 | 19 |
| menit | 10.57 | 10.57 | 12.57 | 14.57 | 16.57 | 18.48 |
| H maks | 5 | 5 | 6 | 7.5 | 9 | 11 |
| H menit | 4.7 | 4.7 | 5.7 | 7.14 | 8.64 | 10.57 |
| d1 maks | 6.9 | 6.9 | 8.9 | 10.9 | 12.9 | 14.9 |
| d1 menit | 6.7 | 6.7 | 8.7 | 10.7 | 12.7 | 14.7 |
| jam maks | 0.8 | 0.8 | 0.8 | 0.8 | 1.2 | 1.2 |
| jam mnt | 0.6 | 0.6 | 0.6 | 0.6 | 1 | 1 |
| jam 1 maks | 0.5 | 0.5 | 0.5 | 0.5 | 0.7 | 0.7 |
| jam 1 menit | 0.3 | 0.3 | 0.3 | 0.3 | 0.5 | 0.5 |
【3】 Pemilihan dan desain elektroda
(1) Bahan elektroda
CuCrZr: Jenis paduan tembaga dengan konduktivitas listrik dan kekerasan yang baik
W/Cu: Kekerasan lebih tinggi dan ketahanan aus lebih baik
(2)Permukaan elektroda
Permukaan elektroda harus halus dan berada di tengah dengan benar untuk memastikan tekanan seragam antara Mur Las Proyeksi Hex dan benda kerja.
Elektroda daya: Disarankan untuk menggunakan elektroda kepala datar.
Elektroda bawah: Harus dilengkapi dengan pin lokasi isolasi. Pin pencari yang dilapisi keramik atau keramik direkomendasikan.
(3)Bentuk dan ukuran elektroda
Ukuran dan bentuk elektroda perlu disesuaikan dengan spesifikasi mur dan posisi pengelasan. T
【4】Langkah-langkah operasi pengelasan
(1) Mur pemosisian: Tempatkan Mur Las Proyeksi Hex pada pin pemosisian elektroda bawah, sejajarkan pin pemandu dengan lubang yang sudah dibor pada benda kerja, dan pastikan ketiga tonjolan las bersentuhan dengan bahan dasar.
(2)Letakkan benda kerja: Letakkan benda kerja di atas mur, pastikan tonjolannya bersentuhan erat dengan bahan dasar.
(3)Berikan tekanan: Turunkan elektroda atas, berikan tekanan elektroda yang telah ditentukan sebelumnya, dan tekan mur pada benda kerja.
(4) Pengelasan listrik: Hubungkan arus pengelasan. Arus melewati tiga tonjolan, dan tonjolan tersebut memanas dan meleleh membentuk inti las.
(5)Kristalisasi retensi tekanan: Potong arus, pertahankan tekanan elektroda untuk waktu singkat, biarkan inti cair mendingin dan mengeras di bawah tekanan.
(6)Reset selesai: Angkat elektroda dan lepaskan benda kerja.