Struktur pin pemandu Mur Las Hexagon mengacu pada penambahan pin pemandu posisi terangkat (Pilot) di tengah permukaan bawah mur. Dibandingkan dengan mur las biasa tanpa pin pemandu, struktur dengan pin pemandu memiliki lima keunggulan inti sebagai berikut:
(1)Posisi yang tepat untuk mencegah penyimpangan pengelasan
Pin pemandu dimasukkan ke dalam lubang pemosisian benda kerja yang telah dibor sebelumnya, sehingga menghasilkan posisi konsentris antara mur dan lubang, sehingga menghindari penyimpangan pengelasan atau kemiringan mur yang disebabkan oleh kesalahan pemosisian.
(2) Mencegah terak las dan melindungi kebersihan benang
Selama pengelasan titik resistansi, terjadi sedikit percikan logam. Pin pemandu memanjang ke dalam lubang benda kerja, membentuk penghalang fisik yang secara efektif mencegah percikan material memasuki lubang ulir. Benang tetap bersih setelah pengelasan.
(3) Cocok untuk jalur produksi otomatis
Struktur pin pemandu memudahkan tabel getaran untuk menyortir dan mengumpankan material secara otomatis. Pin pemandu dapat berfungsi sebagai referensi posisi, dan bila dikombinasikan dengan tangan mekanis atau mesin las otomatis, pin ini memungkinkan pengelasan berkecepatan tinggi dan presisi tinggi.
(4) Meningkatkan konsistensi pengelasan
Pin pemandu memastikan bahwa posisi pengelasan setiap Mur Las Hexagon benar-benar konsisten, menghilangkan kesalahan acak yang disebabkan oleh penempatan manual atau posisi elektroda. Stabilitas parameter pengelasan juga lebih baik.
(5)Mengurangi biaya keseluruhan
Meskipun biaya satu bagian mur berulir dengan pin penahan sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan jenis non-ulir, hal ini menghilangkan proses pembersihan ulir pasca-pengelasan dan penyesuaian posisi, sehingga mengurangi tingkat scrap dan biaya pengerjaan ulang. Dalam produksi massal, biaya keseluruhan sebenarnya lebih rendah.
| Senin | M4 | M5 | M6 | M8 | M10 | M12 |
| P | 0.7 | 0.8 | 1 | 1|1.25 | 1.25|1.5 | 1.25|1.75 |
| s maks | 11 | 11 | 13 | 15 | 17 | 19 |
| menit | 10.57 | 10.57 | 12.57 | 14.57 | 16.57 | 18.48 |
| H maks | 5 | 5 | 6 | 7.5 | 9 | 11 |
| H menit | 4.7 | 4.7 | 5.7 | 7.14 | 8.64 | 10.57 |
| d1 maks | 6.9 | 6.9 | 8.9 | 10.9 | 12.9 | 14.9 |
| d1 menit | 6.7 | 6.7 | 8.7 | 10.7 | 12.7 | 14.7 |
| jam maks | 0.8 | 0.8 | 0.8 | 0.8 | 1.2 | 1.2 |
| jam mnt | 0.6 | 0.6 | 0.6 | 0.6 | 1 | 1 |
| jam 1 maks | 0.5 | 0.5 | 0.5 | 0.5 | 0.7 | 0.7 |
| jam 1 menit | 0.3 | 0.3 | 0.3 | 0.3 | 0.5 | 0.5 |
(1)Saat merakit baut: Pertama, kencangkan secara manual sebanyak 2 hingga 3 putaran. Setelah memastikan keselarasan, gunakan alat untuk mengencangkannya guna mencegah ketidaksejajaran dan kerusakan pada benang.
(2)Kontrol torsi: Jangan melebihi torsi yang disarankan untuk Mur Las Hexagon (misalnya mur M8 ≤ 30 N·m). Hindari retaknya titik las atau kendornya benang.
(3)Penanganan penyumbatan ulir: Jika percikan las masuk ke dalam ulir, keran dapat digunakan untuk membersihkannya. Selama pengoperasian, jaga agar keran tetap tegak lurus dengan mur dan masukkan secara perlahan.
(4) Mur yang longgar: Tidak dapat diperbaiki. Perlu dilas kembali dengan Mur Las Hexagon baru pada posisi semula atau di dekatnya.